Maturnuwun cak yin…

cak yin tempe penyet gresikSebuah postingan ucapan terima kasih kepada seorang penjual tempe penyet mantemans.  Meskipun kejadiannya sudah pertengahan desember kemarin tanggal 12 namun tidak ada salahnya kalau KHS tetap menuliskan kebaikan beliau. Jadi sekilas ceritanya  malam itu KHS habis makan tempe penyet tetapi ketika mau membayar ternyata dompet ketinggalan dan tidak membawa uang yang cukup. KHS mencoba menawarkan salah satu hape sebagai jaminan namun beliau menolaknya dengan berucap, “besok-besok aja gakpapa”. Padahal KHS baru pertama kali makan ditempat itu.

Selengkapnya berikut update status KHS kala itu (12/12)

“penjual tempe penyet yang baik hati….ceritanya khs habis makan dan mau bayar…buka tas ternyata dompet gak da…entah ketinggalan dikantor atau jatuh soalnya lupa…nyari uang recehan jg da… khs pun mencoba menawari hape andromax i sebagai jaminan…dia tersenyum sambil bilang”besok2 aja mas gakpapa”…padahal khs baru pertama kali lewat jalan ni…#terenyuh

status fb kebaikan tempe penyetNah berhubung sifatnya KHS hutang alias bukan gratisan maka sehari setelah itu langsung bayar hutang.  Dan cak yin ternyata kaget juga dengan kemunculan KHS malam itu (13/12) dan masih inget dengan hutang yang belum KHS bayar…xixixixi. Plong sudah hati KHS karena selalu kepikiran terus. Meskipun nominalnya tidak begitu besar tetapi namanya hutang harus selalu dibayar.

bayar hutang penyetSekali lagi melalui postingan ecek-ecek ini KHS ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan kepercayaan yang diberikan. Semoga lain waktu bisa mampir kembali kalau lagi lewat situ. Oia warung penyet Cak Yin ini buka nya hanya pada malam hari di depan pintu masuk perumahan Alam Bukit Raya (ABR) Gresik. Menunya memang sederhana hanya lele, ayam dan bebek serta tempe penyet tetapi cukuplah untuk mengganjal perut yang kelaparan. 😀

maturnuwun

baca juga :

Advertisements

7 thoughts on “Maturnuwun cak yin…

  1. Ketika hal kecil yang kita berikan kepada pelanggan/konsumen yang kepepet/lupa membawa uang, akan jadi hal yang berharga buat kita. karena kita telah menolong orang yang kesusahan, kalaupun pelanggan/konsumen tidak kembali/membayar hutangnya. anggap saja sebagai sedekah. itu yang diajarkan orang tua kepada saya. karena bapak dan ibu saya adalah pedagang tulen.

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s