Riyoyo Kupatan.

image

Riyoyo kupatan itu apa ya? Bagi manteman di Jawa tentu tidak asing dengan tradisi ini. Riyoyo Kupat kalau dibahasa indonesiakan artinya Hari Raya Ketupat. Selama ini memang ketika hari raya iedul fitri disimbolkan dengan ketupat tetapi sebenarnya hari raya ketupat itu berlangsung 6 hari setelah iedul fitri alias tanggal 7 syawal. KHS sendiri tidak tahu sejak kapan tradisi riyoyo kupat ini ada karena ketika lahir tradisi ini juga sudah terlaksana…hehehe. Setahu KHS tradisi ini murni budaya muslim Indonesia khususnya orang jawa karena memang di Arab sana tradisi ini tidak ada, Lha halal bihala aja tidak ada dikenal apalagi riyoyo kupat….xixixixi.
Mengingat pernyataan dari guru KHS ketika masih sekolah di tingkat SLTP, dan guru sudah almarhum meskipun begitu petuahnya masih membekas hingga kini. Menurut beliau hari raya kupatan sebenarnya merupakan selebrasi atau perayaan dari kesempurnaan ibadah seorang muslim. Maksudnya Pak Guru ? Kata kupat itu sebenarnya berasal dari bahasa arab “kaffah” yang artinya lengkap atau sempurna. Maksudnya lagi? Tradisi ini untuk merayakan kesempurnaan ibadah puasa ramadhan plus 6 hari puasa syawal yang telah dilaksanakan seorang muslim.
Ooo begitu tho, namun begitu tradisi ini sudah melekat pada budaya jawa. Jadi meskipun 6 hari tadi atau seminggu setelah iedul fitri tidak melaksanakan puasa syawal namun tradisi riyoyo kupat tetap dijalankan terutama dikampung-kampung yang masih memegang erat tradisi ini. Kupat merupakan makanan dari beras yang dibungkus daun kelapa
atau janur dengan bentuk segi empat. Cara makannya biasanya dibarengi  dengan sayur lodeh atau opor ayam. Maknyoes….lazisssss. Inilah selebrasi atas kesempurnaan itu. 🙂
Tetapi kadang ketupat ini juga sudah muncul lho ketika hari raya iedul fitri karena memang ada yang menganggap ini merupakan hidangan khas….hehehehe. Mungkin ada tradisi lain pasca iedul fitri di kampung nawak-nawak semua bisa dishare dimari.
Maturnuwun.

baca juga :

Advertisements

8 thoughts on “Riyoyo Kupatan.

  1. kupatan, pake sayur pepaya muda, kacang merah, ditambah bubuk kedelai sangrai waaaahhh jadi ngiler tenan. ngemeng-ngemeng, sugeng riyadin, minal aidin wal faidzin

    Like

  2. kupatan bial kita mengerti filosofinya begitu bagus..dan ini harus diketahui lebih dalam oleh generasi kita..krn syarat dengan simbol makna islamai yg penuh kedamaian.

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s