Antara esmosi dan sisi manusiawi (polling).

Sekedar pengin tahu aja kira-kira apa yang kawan akan ambil sikap menyikapi  kasus sebagai berikut.  Sekedar ilustrasi dimana suatu ketika kita lagi riding dengan santai karena pengin menikmati perjalanan, tak dinyana ada biker alay  yang take alias memotong lajur sehingga kita terpaksa ambil rem mendadak untuk menghindari sruntulan atau tabrakan. Mungkin aja kita hanya mengumpat atau menyumpah serapahi itu alay (seperti postingan disini). Atau aja kita kejar alay tadi untuk sedikit memberikan pelajaran sekedar tempelengan atau tonjokan (seperti juga disini).  Tetapi  maksud ane bukan disininya :mrgreen:

Lanjut, jarak 30 meter didepan ternyata alay tadi kecelakaan . Maklum memang alay maka lampu merah pun ditrabas sehingga bertabrakan dengan mobil didepannya.  Kondisinya cukup parah meskipun alay tadi terlihat masih sadar terhadap apa yang terjadi.  Nah disinilah kira-kira apa yang kawan-kawan akan lakukan :

  1. Berlalu aja sambil dalam hati membatin, “ rasain lu…. “
  2. Berhenti sebentar, menghampiri dan bilang dengan ketus. “ kapokmu kapan…” Setelah itu tetap bergegas melanjutkan perjalanan.
  3. Berhenti dan memberikan pertolongan sambil menghubungi pihak yang berwenang entah polisi atau rumah sakit terdekat.

Monggo kira-kira dengan ilustrasi diatas kawan-kawan akan memilih opsi yang mana antara masih terbawa emosi atau mempertimbangkan sisi manusiawi. 😀 . Postingan ini juga dimaksud untuk belajar mamakai fitur poling yang belum pernah ane coba belajar ngeblog hingga 2 tahun ini :mrgreen:

gambar : touringerkonyol.blogspot.com

Maturnuwun atas partisipasinya

baca juga :

Advertisements

17 thoughts on “Antara esmosi dan sisi manusiawi (polling).

  1. kl udh rame banyak yg nolong ane lewat aja sambil dalam hati rasain luh.. :mrgreen:
    kl ane yg pertama lihat dia jatuh, ane deketin n berusaha nolong sebisa mungkin sambil ngomong makanya ngapain luh sruntulan..tau rasa kan :mrgreen:

    Like

  2. wah pilihannya kurang, harusnya pilihan ke 4 ngomong “kapokmu kapan” baru ditolongin, dan kalau bisa ketemu sama keluarganya dan polisi dikasih tahu sekalian kelakuan si alay habis itu baru berlalu. Jadi emosi tersalurkan tapi tetep manusiawi

    Like

  3. jape methe :
    wah pilihannya kurang, harusnya pilihan ke 4 ngomong “kapokmu kapan” baru ditolongin, dan kalau bisa ketemu sama keluarganya dan polisi dikasih tahu sekalian kelakuan si alay habis itu baru berlalu. Jadi emosi tersalurkan tapi tetep manusiawi

    setuju kieh…
    emosi tersalurkan..
    tapi jg menjadi pembinaan bagi alayer itu sendiri..
    dan menjadi kehati-hatian buat keluarganya biar anaknya yg ngalay g ngulangin perbuatannya kembali

    Like

  4. Pingback: Alay itu memang perlu diberi pelajaran ! (hasil poling) « www.setia1heri.wordpress.com

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s