Wahai anak bangsa, mari hidup damai dalam dekapan ibu pertiwi

Kerusuhan sosial yang terjadi akhir-akhir di negeri ini sungguh memprihatinkan.  Terlepas dari penyebab dan akar masalah serta provokasi yang ada sungguh miris bagi siapapun melihat traged itu semua. Sesama anak suku bangsa harus saling serang dengan korban tak terelakkan di kedua belah pihak. Para mahasiswa yang katanya kelas intelek ternyata juga tidak ada bedanya melakukan hal serupa. Pelajar-pelajar yang semestinya belajar dengan baik ternyata malah berperang dijalanan yang tak sedikit membawa korban jiwa.

Kawan, kalau kita mau merenung sedikit saja. Belum cukupkah para founding father meletakkan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kita?. Keberadaan Pancasila dengan ditopang  Bhinneka Tuggal Ika apakah belum mampu menjadi pedoman ?.   Kepribadian dan sikap tepa selira, tenggang rasa, toleransi, dan etika bermasyarakat yang lain kemanakah gerangan ? Dimana keramahtamahan bangsa yang penuh senyuman ini sudahkan berganti menjadi saling curiga, iri hati dan iri dengki. provokasi dan agitasi?

Cukuplah pendahulu kita berperang dan terbunuh saat melawan penjajah dahulu. Sungguh sangat terlalu kita saling menumpahkan darah padahal masih anak-anak bumi pertiwi. Mau menjadi apa bangsa dan negara kita kalau semuanya berpikir sempit, chauvinis dan demi kepentingan pribadi dan golongan. Kawan mari kita buang pikiran kotor diatas untuk kejayaan Indonesia.

Kerusuhan-kerusuhan social yang ada tidak cukup hanya mengganti  pucuk pimpinan TNI atau Polisi di daerah terkait. Atau mempertemukan kedua kelompok bertikai tanpa ada kesepakatan yang jelas dan mengikat.  Supremasi hukum hari ditegakkan dibumi pertiwi tanpa memandang asal-usul dan pangkat status. Meskipun hal itu kadang masih jauh dari harapan kita semua.

Kawan, jangan sampai terkuras energy bangsa ini hanya untuk urusan yang semestinya tidak perlu terjadi lagi. Keanekaragaman suku budaya bangsa ini merupakan bukti begitu besarnya potensi bangsa ini untuk bangkit dan jaya kembali. Apalagi diramalkan tahun 2030 Indonesia akan menjadi macan asia (ekonomi) yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain.

Kawan, mari hidup damai dalam dekapan bumi pertiwi….

foto : http://diz-joker.blogspot.com

Advertisements

11 thoughts on “Wahai anak bangsa, mari hidup damai dalam dekapan ibu pertiwi

  1. Ah tidak semudah itu…
    Semakin banyak suku, semakin banyak pula cara berpikir. Ada yang mudah hidup berdampingan dengan suku lain, tapi ada yang sangat sulit menerima perbedaan…

    Menurut saya perbedaan itu adalah bencana. Tinggal tunggu waktu saja Indonesia ini bubar.

    Like

  2. Memang ini adalah pekerjaan yang sangat besar tidak bisa disandarkan hanya pada bahu presiden dan jajarannya semata, pekerjaan yang harus memiliki akumulasi energi persatuan, semangat juang dan nasionalisme yang membara dari seluruh elemen anak bangsa, kita jangan terjebak oleh permainan dibelakang layar dan berbagai jebakan siasat defide et impera era globalisasi para mafia, mari kita sadar bersama dan tobat secara berjamaah, bagi anak bangsa yang terlanjur menjadi mafia, yang selama ini saling memanfaatkan dan dimanfaatkan oleh dedemit mafia, bertobat dan berbalik arahlah, gunakanlah sebagian sumber daya yang maha besar itu untuk penyelamatan bangsa dan rakyat Indonesia, bagi kalangan yang dianugerahi kesempatan untuk memimpin baik institusi formal maupun informal dinegara tercinta ini, mari kita hentikan pertikaian, hujatan, sindir-menyindir, saling mencela, bermuka majemuk, subjektifitas dan sebagainya.

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s