Sepurane cak, sengojo tak pepet !

Dalam antrian berkendara ketika menunggu lampu merah atau kemacetan biasanya akan kita jumpai beberapa biker yang ndusel-ndusel  (memaksa berdesakkan) dari arah kiri maupun kanan. Bahkan terkadang hingga memakan trotoar hak para pejalan kaki.  Nah masalah baru muncul ketika lampu merah menyala dimana orang berebut untuk saling mendahului ditengah padatnya antrian.

Biker-biker yang ndusel-ndusel  penginnya main srobot dan potong saja terhadap antrian yang sudah panjang.  Sore itu mungkin ane lagi kesel dan capek sepulang kerja dari kantor maka ane gak sabar dan kesal lihat ulah biker semacam diatas. Maka ketika  lampu merah menyala sengaja saya tarik gaz agar motor ndusel-ndusel tadi mau ikutan antri dari belakang atau tidak ada ruang/jarak untuk memotong jalan. Tak ayal karena sama-sama ngeyel maka motor saling berhimpitan dan motor yang ndusel  tadi gak bisa motong jalan. Eh bikernya malah mlotot dan ane pun balas dengan mlototin  balik berbarengan dengan suara horn.

Sepurane cak, sengojo tak pepet ! (Mohon maaf cak, sengaja saya himpit). Untung ane gak terpancing emosi maka ane persilahkan biker bebek tadi untuk mendahului dan langsung ngacir entah kemana. Sedangkan biker-biker ndusel lain di belakangnya mungkin akan berpikir ulang untuk motong jalan ane setelah horn ane bunyikan terus menerus.

Kawan, mungkin kita merasa kesal  dengan tingkah polah biker-biker ndusel diatas. Kita sudah berusaha tertib dan antri berkendara ternyata ada yang main potong dan srobot. Mungkin ada orang yang berlapang dada merelakan untuk didahului tetapi mungkin disisi lain juga ada orang yang tidak rela alias cek penak e (kok enak sekali).  Ane sendiri bukan tidak pernah menjadi biker ndusel-ndusel diatas tetapi saat ini mencoba untuk berpikir ulang akan keselamatan diri, perasaan orang lain dan tentu ketertiban dalam berkendara .  Kalau gak mau antri harap berangkat jauh-jauh hari !

Maturnuwun

baca juga :

Advertisements

25 thoughts on “Sepurane cak, sengojo tak pepet !

  1. jadi ingat 2minggu yang lalu, jalan macet habis lampu merah. ada alay ndusel tapi mekso trus saya horn panjang, eh dia bilang j*nc*k trus kubalas “cuk dewe” sambil noleh dan melotot. ndilalah bus depan berhenti menurunkan penumpang, langsung gubrak hampir jatuh. Untung cuma headlamp yang retak bukan kepalaku.
    Sabar sabar sabar……

    Like

  2. itu sebabnya kalau saya lagi berhenti di traffic light (terutama pas bawa mobil) selalu saya pepetin kendaraan didepan biar ga diserobot

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s