Ketika [dunia] ustadz dan artis bersandingan…

Mungkin asumsi awam kita mengatakan artis itu mereka yang hidup glamour, hedonistic dan entertain. Sedangkan asumsi awam pula ustadz itu merupakan seseorang guru maupun penyeru cahaya keilahian. Namun bagaimana jika dua klausul tadi dipersadingkan “ustadz artis atau artis ustadz” ? . Sesuatu konsep yang banal dipersandingkan dengan yang profan.  Sesuatu yang materialistic dan spiritualistic digabungkan?.

Akhir-akhir ini beberapa ustadz artis atau artis ustadz menjadi perbincangan kalayak baik dikalangan dunia maya maupun masyrakat. Beberapa ada yang kena semprit dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) karena banyolannya sadis, ceramahnya vulgar dan tidak mencerminkan sebuah ‘tjap’ustadz. Sedangkan beberapa yang lain dinilai mematok tarif yang begitu tinggi sehingga sulit untuk diundang masyarakat biasa.  Beberapa ada yang pamer dan bangga dengan koleksi moge dan mobilnya. [trus ane harus bilang WOW gitu ? :mrgreen: ]. Sedangkan disisi lain terutama di pelosok dan pedalaman banyak ustadz atau juru dakwah yang justru mereka harus rela berkorban sendiri bahkan tidak sedikit yang nyawa sebagai taruhannya. [trus emang masalah buat elu? 😀 ]

Dalam pusaran kapitalisme maka sesuatu yang profan bin adiluhung akan direduksi sesuai permintaan pasar. Tidak hanya bakat dan ketrampilan atau tubuh yang dikomodifikasi tetapi nilai-nilai agama juga tidak terlepas dari jeratan komidifikasi. Disinilah pangkal segala hal bermula karena memang akan ada perbedaan pandangan antara yang fatsun,dogmatic dan transenden dengan sesuatu yang artistik dan kapitalistik. Seorang jiwa ustadz yang rendah hati, santun, tawadhu, luhur dan ikhlas harus bersanding dengan sesuatu yang polesan, market oriented, transaksional, topeng dan materialistic.

Sebenarnya tidak ada masalah terkait ustadz artis atau ustadz seleb  karena memang sejatinya menyebarkan cahaya Ilahi itu bisa dimana saja. Namun mestinya mereka diharapkan lebih mengedepankan jiwa sebagai penyeru daripada ternoda oleh kubangan lumpur gaya hidup artis. Bahkan lebih mengungguli tingkah laku artis sendiri…naudzubillah

Berikut kawan penjelasan dari ustadz Ahmad Syarwat Lc yang mencoba membedakan antara artis dan ustadz meskipun menurut ane tidak harus dikotomis diametris semacam itu. Ane masih percaya masih ada ustadz yang benar2 ustadz dalam menyampaikan risalah kenabian meskipun berada dalam dekapan dunia artis dan popularitas.  Beliau tetap menunjukkan jatidirinya sebagai sang penyeru ke jalan kebajikan dengan penuh ketawadhu’an dan keikhlasan. Amien.

Perbedaan Ustadz Yang Artis dan Ustadz Beneran

  1. Artis butuh manager, tapi ustadz butuh perpustakaan.
  2. Artis lewat manager minta bayaran tinggi dan pakai tarif, tapi ustadz lebih sering dibayar dengan ucapan “syukran” (terima kasih).
  3. Artis tampil sesuai selera dan permintaan pasar, tapi ustadz menyampaikan risalah langit.
  4. Artis tidak belajar ilmu agama, tapi ustadz wajib nyantri dan kuliah bertahun-tahun.
  5. Artis haus popularitas, tapi ustadz haus ilmu dan hidayah.
  6. Artis hidup akrab dengan dusta, gosip dan kepalsuan, ustadz akrab dengan kewaraan, kesederhaan dan kerendahan hati.
  7. Artis mengumpulkan penonton yang membeludak, ustadz mendidik dan melahirkan calon ulama.
  8. Artis butuh yel-yel, kostum, joget, nyanyi dan akting, ustadz mengajar lewat hati.
  9.  Artis ceramah biar orang tertawa menangis dan menghibur, ustadz mengajarkan ilmu agar Allah turunkan hidayah.
  10. Artis butuh media, TV dan wartawan khususnya infoteinmen, tapi ustadz butuh majelis ilmu, kitab dan perpustakaan.
  11. Artis sering jadi bintang iklan, tapi ustadz lebih suka bicara kebenaran.
  12. Artis dikerumuni sesama artis dan fans, sementara ustadz dikerumuni orang-orang yang ingin mengaji dan mensucikan diri

Maturnuwun.

baca juga :

Advertisements

19 thoughts on “Ketika [dunia] ustadz dan artis bersandingan…

  1. sesuai yg sdh digariskan oleh Rosululloh Sholallohu ‘alaihi Wasallam..bahwa akan banyak penceramah drpd ahli ilmu..

    ” Dan akan datang nanti satu zaman dimana banyak sekali khuthabaa’nya dan sedikit sekali ulamanya, barangsiapa yang berpegang dengan sepersepuluh dari apa yang telah ia ketahui dari (dari urusan agamanya), maka sesungguhnya ia telah selamat”
    (HR. Ahmad dalam al Musnad 5/155 dan al Harawiy dalam Kitab Dzammul Kalaam 1/14-15 dan ini lafazhnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash Shahihah no. 2510)

    Like

  2. Sudah kuduga sejak lama… Ketika ustadz masuk tivi.。。…disenangi pemirsa karena gayanya karena penampilan dll, maka mereka adalah artis…

    Nah, tinggal sikap mereka gimana, mau tetap ngustadz apa mau ngartis. Kalo pilij ngartis mereka bukan ustadz, tapi artis bergenre spiritual.

    Like

  3. Berdo’a saja
    ” Semoga semoga artis dan ustadz tujuannya Alloh semata ” Bukan popularitas atau yang lainnya”
    ” Semoga Artis yang menjadi ustadz atau sebaliknya alloh menambahkan ilmu agamanya sehingga dakwahnya murni untuk Agama”
    Tak baik pula kita menghakimi seseorang menurut kaca mata sendiri dan belum tentu kita lebih baik dari mereka
    Salam ranadhan.. 🙂

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s