Maap kami bukan biker sok suci…

Menyambung pemberitaan yang ramai beberapa waktu lalu tentang Sirbo, sedikit banyak blogger yang membahasnya kena getahnya. “Gayanya sok suci dan paling taat aturan”, “ Sukanya cuma ngritik doank”, “Beraninya cuma koar-koar di dunia maya (blog) tapi ternyata orangnya culun dan bego!”, “Ayo berani ketemu saya mau debat atau betot gas gue ladenin”, “Eh lo mau cari musuh ya?“Jangan resek yah..tuh duit2 ane sendiri”…itulah kawan beberapa komeng yang ane rangkum dari berbagai sumber dengan redaksi sendiri. Walaupun sebenarnya tidak sedikit yang mendukung terkait postingan tersebut.

Membaca komeng diatas sebenarnya ane pribadi sangat miris.  Disisi lain sebenarnya kami senang karena mereka membaca dan mengetahui tentang aturan terkait UU lantas tetapi disisi lain pula sangat prihatin dengan sikap dan tanggapan mereka.  Memang sih semua tergantung pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masing-masing biker terkait aturan yang sudah ada dalam UU tersebut.

Pemberitaan beberapa blogger mengenai sirbo kemarin memang cukup massif dan massal termasuk ane yang kebetulan memposting tentang update status fb teman tentang sirbo.  Membuat beberapa klub yang menaunginya memberikan klarifikasi, himbauan serta usaha-usaha untuk mencopot atribut yang seharusnya milik POLANTAS tersebut.  Dan hampir sebagian besar himbauan yang ane baca mengatakan dengan jelas bahwa ketua umumnya menjunjung tinggi UU yang berlaku.  Terlepas dari bawahan, cabang, wilayah, chapter, regional atau member lain nantinya tidak sepakat terus mengundurkan diri dari komunitas/klub atau sebaliknya melepas atribut komunitas untuk mempertahankan klonengannya itu sudah urusan lain.

Melalui tulisan ini kami hanya menegaskan bahwa kami bukanlah biker sok suci dan paling taat aturan dijalanan tetapi bagaimana kita saling mengingatkan sesama penghuni aspal jalanan. “Tugas kami hanya mengingatkan” pitutur dari eyang (tigeritem.wordpress.com) terutama untuk kami pribadi. Ditengah semakin menjamurnya jumlah roda dua dan semakin padatnya jalanan, maka sepatutnya kita yang ‘paham dan sadar’ tidak ikut-ikutan semrawut di jalanan. Kami tidak membenci personal, merk motor atau klub-klub/ komunitas tertentu, kami hanya mengingatkan adanya ‘klonengan’ yang tidak semestinya ada pada kendaraan sipil. Itu saja…jadi tolong jangan salah dipahami dan ditanggapi dengan dendam dan permusuhan. Kalau tidak mau ya sudah toh kami hanya mengingatkan saja. :Peace Dech….

lupa nyomotnya dari mana gambar ini nih…

Jujur ane sendiri di jalanan juga masih sering kali alay, melanggar marka dan nerobos lampu merah atau bentuk-bentuk pelanggaran lain namun begitu ane tetap bertekad untuk belajar taat aturan apalagi ketika memakai identitas klub. Walaupun sebenarnya dengan atau tanpa identitas klub, taat aturan itu sudah menjadi KEWAJIBAN seluruh dan semua penghuni aspal jalanan. Oleh karena itu jangan segan atau sungkan untuk mengingatkan ane kalau alay di jalanan. Mau di foto monggo, spyshoot silahken, di *.3gp juga boyeh, laporan pandangan mata juga gak papa…toh semuanya masukan sangaat berharga buat nubi yang lagi belajar taat aturan ini. Mohon bimbingan dan arahannya suhu-suhu semua….Matoernoewoen

Mari menggelinding dengan santun….

baca juga :

baca juga :

Advertisements

27 thoughts on “Maap kami bukan biker sok suci…

  1. blogger menasehati atau mengkritik itu bukan hanya ditujukan kpd yg dikritik tp di tujukan kpd siapapun trmsuk sang blogger sendiri. mari sama2 saling menasehati dan mengingatkan.

    gak ada yg sempurna apalagi suci,yg ada saling melengkapi satu sama lain salah satunya melalui kritikan.

    keep silaturrahim

    Like

  2. wah, gimana nih polantas,…… nertibkan sirbo dll yang melanggar UU aja nggak becus, wajar aja mereka bisa koar-koar kek gitu, karena nggak ada yang menindak d jalan!

    Like

  3. nama jalan. Dan lewatnya di jalan.
    Agar jalan menjadi indah .marikita saling peduli?
    #ride with care n safety
    biar kita blogger. Anak klub. Anak pejabat. Aparat.
    Kecuali anak kambing.
    Harus menaati semuan aturan yg ada?

    Like

  4. ya memang ga ada yg sempurna kan? penulis, saya, dan siapapun tidak ada yg sempurna.

    sok suci? ah tidak, saya hanya ingin saya dan orang-orang yang sayangi selamat saat berkendara di jalan raya. Itu saja.

    hanya lewat blog? kalau dimodali utk melakukan hal lebih besar kenapa tidak? ya kan 🙂

    semangat om penulis.

    Like

Dipersilahkan berkomentar (^-^)! , Ngapunten kalau gak sempat membalas :-D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s